Catatan Guru dan ChatGPT #01
Ketika Dropbox Tidak Cukup: Belajar dari Sampah yang Masih Tercampur Kemarin, sekolah kami mendapat kunjungan dari tim Bogorku Bersih. Mereka datang bukan sekadar untuk melihat dari jauh. Mereka berkeliling, memotret kondisi sekolah secara langsung, mengamati berbagai fasilitas, dan memberikan penilaian terhadap kondisi lingkungan sekolah. Ada banyak hal yang kami dapatkan dari kunjungan tersebut. Ada yang sudah baik. Tetapi tentu saja, ada pula banyak kekurangan yang harus kami benahi. Salah satu catatan yang cukup menarik perhatian saya adalah tentang pemilahan sampah. Di sekolah, kami sebenarnya sudah berusaha menyediakan Dropbox sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan memilah sampah. Harapannya sederhana: peserta didik tidak membuang semua sampah begitu saja, tetapi mulai mengenali jenis sampah dan menempatkannya pada tempat yang sesuai. Namun ketika dilakukan pengamatan langsung, kenyataannya belum seperti yang kami harapkan. Sampah masih bercampur. Sampah yang seharus...
